Medan (ANTARA) - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Sumatera Utara Timbas Prasad Ginting mengatakan, nilai ekspor minyak sawit mentah (CPO) Sumut mencapai 2,6 miliar dolar AS pada Januari-September 2023.
"Pada triwulan III 2023, kontribusi CPO untuk ekspor Sumut mencapai 35,4 persen," ujar Timbas dalam acara "Sumut Economic Outlook 2024" di Medan, Sumut, Selasa.
Dia melanjutkan, nilai ekspor CPO Januari-September 2023 itu mendekati nilai ekspor CPO sepanjang tahun 2022 yakni 4,1 miliar dolar AS.
Nilai itu, Timbas menambahkan, memperlihatkan fakta bahwa kelapa sawit masih menjadi penopang penting perekonomian Sumatera Utara.
Bahkan, dia menyebut bahwa penyerapan tenaga kerja di rantai pasok industri sawit Sumut lebih dari dua juta orang atau 12 persen dari total nasional.
"Perusahaan perkebunan juga bermitra dengan masyarakat untuk mempercepat program peremajaan sawit rakyat (PSR) dan pemberdayaan UMKM," kata Timbas.
Dia memaparkan, di Sumut, ada 14 kabupaten hang menjadi sentra produksi kelapa sawit yaitu Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Asahan, Batubara, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal dan Tapanuli Tengah.
Luas tutupan kelapa sawit Sumatera Utara mencakup 12,7 persen luas tutupan sawit nasional.
Pada tahun 2021, perkebunan sawit besar di Sumut memiliki luas sekitar 1,3 juta hektare dan perkebunan sawit rakyat 771 ribu hektare.
Timbas menegaskan, saat ini salah satu hal yang diperlukan industri sawit di Indonesia adalah akselerasi hilirisasi untuk agar produk sawit lebih beragam.
Dia pun yakin hal itu bisa terus dikembangkan lantaran konsumsi domestik komoditas sawit seperti minyak goreng, oleokimia serta program biodiesel B35 dan B40 terus...