Cerita di Balik Wisata Halal Thailand Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, THAILAND SELATAN — Kedai-kedai makanan yang dimiliki penduduk Muslim tampak ramai dikunjungi sejak pagi hari. Salah satunya kedai bernama K.Joh Krua Muslim, yang menyediakan beragam pilihan sarapan khas Melayu.

Sebut saja nasi kerabu yang memiliki warna khas kebiruan dengan aneka campuran sayuran dan rempah-rempah. Kemudian nasi goreng, nasi lemak dan lauk, hingga berbagai kudapan yang umumnya bisa ditemukan di kawasan Asia Tenggara.

Kedai ini dilayani oleh hampir semua perempuan berjilbab. Kehidupan kaum Muslimin terasa amat kental saat lalu lalang warga dengan pakaian berjilbab juga menjadi hal lumrah. 

Wilayah Thailand Selatan memang identik dengan warga Muslim yang sebenarnya minoritas di Thailand. Akan tetapi komunitas Muslim juga merupakan kedua terbesar setelah agama Budha di sana.

Adanya etnis maupun agama yang multikultur tampak semakin dirangkul pemerintah. Hal ini seiring pariwisata di daerah tersebut yang semakin dikembangkan.

Dimulai dari wilayah Yala, Pattani, Narathiwat hingga Songkhla, bisa ditemukan sejumlah tempat wisata bernuansa Islami. Hal in terutama di wilayah Pattani yang juga dijuluki warga sebagai Serambi Makkah.

Saat ini Thailand diketahui berpenduduk sekitar 77 juta orang dengan perkiraan lima persennya merupakan warga Muslim. Ada sekitar 3,8 penduduk Muslim, di mana dua sampai 2,5 persennya berada di Thailand Selatan. Para Muslim sebenarnya tersebar di berbagai provinsi di Thailand, namun konsentrasi muslim tertinggi berada di Pattani, Yala dan Songkhla.

Sementara itu, jumlah wisatawan Indonesia sampai 31 Oktober 2023, terhitung mencapai tiga juta orang dengan sekitar 20 persennya bisa berasal dari Indonesia. Umumnya mereka merupakan wisatawan yang datang dari perbatasan Malaysia yang melanjutkan pelesiran ke selatan Thailand. 

Dulu, wilayah selatan di Thailand ini dikenal dengan daerah konflik. Namun sekarang, seperti yang ditegaskan oleh Capt.Jakapong Apimahathan, Director of development promotion and support Setiausaha Agong (SBPAC, dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat, pemerintah berkomitmen mengembangkan industri wisata.

“Bisa dibuktikan tidak terjadi apa-apa, situasi di sini sudah semakin baik dan hal ini bisa disampikan ke negara Anda,” kata dia dalam acara lawatan bersama media Malaysia dan Indonesia pada akhir November 2...