Loading

Yenny Wahid: Anak Tukang Parkir Hingga Anak Presiden, Harus Sama Setara di Mata Hukum

Article Adcode

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Penasihat TPN Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Yenny Wahid mengingatkan, pentingnya menjaga demokrasi di Indonesia. Di negara demokrasi, ia menegaskan semua orang harus mendapat hak dan kesetaraan sama di mata hukum.

Hal itu disampaikan Yenny dalam sambutannya pada acara deklarasi dukungan ke paslon 03, oleh para purnawirawan dan pensiunan aparatur negara, di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/1/2024).

"Demokrasi itu memastikan bahwa anaknya tukang parkir, anaknya tukang cilok, dan anak presiden seperti saya ini sama dan setaranya di mata hukum," kata Yenny.

Putri dari Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menegaskan, demokrasi Indonesia harus dijaga bersama-sama, bukan hanya sekelompok orang saja. “Karena itu demokrasi harus dijaga. Yang bisa menjaga itu adalah kita semua," ujarnya.

Dengan mendukung Ganjar-Mahfud, lanjut Yenny, adalah satu cara untuk mempertahankan demokrasi di tanah air

"Ganjar dan Mahfud mereka adalah alat-alat kita untuk mempertahankan demokrasi di Indonesia," kata dia

Oleh karena itu, Yenny mengajak para pendukung untuk tidak berdiam diri, namun ikut berjuang bersama memenangkan paalon nomor urut 03 itu.

"Jangan biarkan mereka keliling kampung sendiri, kita harus memastikan kita itu berjuang bersama mereka," pungkasnya.

Tokoh Nahdlatul Ulama, Yenny Wahid menanggapi beberapa nama tokoh NU untuk menjadi bakal calon wakil presiden di Pemilu 2024. Menurutnya NU memang memiliki sejumlah tokoh yang layak untuk jadi cawapres, karena integritas dan wawasan kebangsaannya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ganjar Singgung Relawan Kerap Diintimidasi