Loading

Viral Bahan Bakar Pesawat dari Kotoran Manusia, Bisa Jadi Masa Depan Penerbangan Berkelanjutan?

Article Adcode

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah perusahaan kian kreatif dalam menciptakan bahan bakar jet alternatif yang berkelanjutan. Ada inisiatif pesawat menggunakan bahan bakar minyak goreng hingga ada pula yang bahan bakar jet seluruhnya terbuat dari kotoran manusia.

Dikutip dari CNN, Senin, 15 Januari 2024, inovasi itu diciptakan oleh Firefly Green Fuels, sebuah perusahaan penerbangan yang berbasis di Gloucestershire, Inggris. Prospek pesawat bertenaga kotoran sedang menarik perhatian.

Meskipun bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) bukanlah hal baru, gagasan untuk menggunakan limbah, seperti limbah yang melimpah dan tidak dapat dihindari, merupakan hal baru. Jadi, apakah ini benar-benar masa depan bagi perjalanan udara?

Penerbangan komersial menghasilkan sekitar 2,5 persen emisi karbon global, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Upaya untuk mengurangi dampak sektor ini terus dilakukan melalui pengembangan pesawat listrik dan bertenaga hidrogen.

Namun, teknologi ini masih jauh dari jangkauan untuk mendukung penerbangan penumpang jarak jauh. Sebaliknya, industri ingin menggunakan SAF, dengan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan bahwa SAF dapat berkontribusi hingga 65 persen dari pengurangan emisi yang diperlukan agar penerbangan dapat mencapai net-zero pada 2050.

SAF terbakar seperti bahan bakar jet pada umumnya dan menghasilkan jumlah emisi yang sama saat pesawat terbang, namun jejak karbonnya lebih rendah selama seluruh siklus produksinya. Hal ini dikarenakan biasanya terbuat d...