Liputan6.com, Taipei - Presiden Taiwan mengatakan China tidak mungkin melakukan invasi dalam waktu dekat karena mereka kewalahan dengan persoalan di dalam negeri.
Tsai Ing-wen menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara di New York Times Dealbook Summit.
China menganggap Taiwan sebagai provinsinya dan berjanji akan mencaplok Taiwan, yang memiliki pemerintahan sendiri, berdasarkan jalan yang disebutnya reunifikasi. Presiden Xi Jinping telah berulang kali mengatakan dia mengharapkan pengambilalihan secara damai, namun tidak mengesampingkan penggunaan kekerasan.
Ketika ditanya tentang harapan Xi Jinping untuk unifikasi yang damai, Tsai Ing-wen pada Rabu (29/11/2023) mengatakan dia yakin China kewalahan dengan tantangan internalnya.
"Menurut saya, mungkin ini bukan saatnya bagi mereka untuk mempertimbangkan invasi besar-besaran ke Taiwan … terutama karena tantangan ekonomi, keuangan, dan politik, namun juga karena komunitas internasional telah menyatakan dengan lantang dan jelas bahwa perang bukanlah suatu pilihan dan bahwa perdamaian dan stabilitas bermanfaat bagi kepentingan semua orang," ujar Tsai Ing-wen, seperti dilansir The Guardian, Sabtu (2/12).