Loading

Tanggapi hasil COP28, PBB: penghentian energi fosil tak terhindarkan

Article Adcode
Bagi mereka yang menentang rekomendasi jelas mengenai pengakhiran  pemakaian bahan bakar fosil dalam teks COP28, saya ingin katakan bahwa penghentian penggunaan bahan bakar fosil tidak dapat dihindari, suka atau tidak.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan penghentian penggunaan bahan bakar fosil tak dapat dihindari dan era bahan bakar fosil harus diakhiri dengan keadilan dan kesetaraan.

Pernyataan itu disampaikan Guterres menanggapi pengesahan dokumen hasil konferensi perubahan iklim COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu.

"Bagi mereka yang menentang rekomendasi jelas mengenai pengakhiran  pemakaian bahan bakar fosil dalam teks COP28, saya ingin katakan bahwa penghentian penggunaan bahan bakar fosil tidak dapat dihindari, suka atau tidak. Mudah-mudahan upaya ini tidak terlambat,” kata Guterres dalam laman PBB.

Guterres mengatakan bahwa secara ilmiah sudah jelas bahwa upaya membatasi pemanasan global agar tidak melebihi 1,5 derajat Celcius "tidak akan mungkin terjadi tanpa penghapusan semua bahan bakar fosil secara bertahap".

Ia juga menekankan pentingnya memberikan keadilan pendanaan iklim kepada mereka yang paling terdampak oleh perubahan iklim.

"Banyak negara rentan terlilit utang dan berisiko tenggelam akibat permukaan air laut yang naik. Sudah waktunya meningkatkan pendanaan, termasuk (pendanaan) untuk adaptasi, kerugian, dan kerusakan serta reformasi arsitektur keuangan internasional," kata dia.

Baca juga: COP28 berakhir, dunia sepakat kurangi bahan bakar fosil

COP28 Dubai, yang berlangsung sejak 30 November 2023, berakhir dengan seruan berpaling dari bahan bakar fosil.

COP28 yang seharusnya berakhir Selasa, ditunda karena negosiasi yang alot mengenai apakah hasil konferensi  itu akan menyerukan kata  "mengurangi" atau "menyudahi penggunaan" bahan bakar fosil, seperti minyak, gas, dan batu bara.

Kepala Strategi Politik Global Climate Action Network International, Harjeet Singh, menyambut baik dokumen final COP28 yang menyoroti bahan bakar fosil sebagai penyebab utama krisis iklim. Dia mengatakan  arahan beralih dari batu bara, minyak, dan gas adalah langkah penting...