Jakarta -
Election stress disorder bisa jadi dikeluhkan sejumlah orang pasca nyaris setiap hari terpapar informasi terkait pemilu 2024. Bagaimana tidak, informasinya terus berseliweran di timeline media sosial, termasuk soal persepsi debat calon presiden 2024 belakangan.
Menurut psikiater Mayo Clinic Dr Robert Bright, election stress disorder sebetulnya bukan diagnosis ilmiah, tetapi efeknya begitu nyata. Seseorang bisa mengalami kecemasan yang luar biasa, dengan beragam dampak yang ditimbulkan.
"Kita menyadarinya di tubuh kita, ketegangan di bahu kita. Terkadang orang mengalami gangguan gastrointestinal hingga sakit kepala. Orang-orang sulit tidur. Ada banyak gangguan tidur yang terjadi saat ini, gelisah, tidak bisa tidur, atau malah mengalami mimpi buruk tentang pemilu," kata dr Bright, dikutip dari Mayo Clinic.
Muncul Rasa Takut
Selain gelisah, orang dengan election stress disorder juga bisa mengalami rasa takut, emosi yang begitu kompleks, sehingga merasa sangat waspada dan terus-menerus mencari berita soal pasangan calon presiden yang diminati. Bahkan, ikut khawatir ketika tertinggal berita terbaru sehingga mungkin mengecek ponsel setiap jam untuk mencari update.
"Jika kamu memilih orang ini atau orang itu, kamu seperti tidak bisa menerima hal-hal buruk yang mungkin sedang dibicarakan terkaitnya," tutur dia.
Karenanya, ketika informasi negatif terkait hal tersebut terus-menerus terbaca, mempengaruhi emosi seseorang selama beberapa saat. Bisa jadi menjadi mudah tersinggung, tidak sadar membentak orang lain, tidak mempercayai orang lain, dan memandang orang sebagai orang lain atau sama.
Hal seperti ini disebutnya bahkan mempengaruhi hubungan seseorang dengan keluarga di rumah, atau rekan kerja di kantor.
Menurutnya, pen...