Loading

Saat Laos Ambil Alih Kepemimpinan ASEAN, Ketegangan Tetap Tinggi di Laut China Selatan-Terobosan Konflik Myanmar Belum Terlihat

Article Adcode

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2023 lalu Indonesia memimpin keketuaan ASEAN. Pada periode itu, ada harapan besar bahwa Indonesia akan mampu membuat terobosan signifikan dalam kedua isu besar yakni Laut China Selatan dan konflik Myanmar.

Ketegangan yang meningkat di Laut China Selatan antara China dan beberapa negara Asia Tenggara semakin sering memicu konfrontasi langsung. Pertempuran di Myanmar melawan pemerintah militer yang merebut kekuasaan tiga tahun lalu terus memburuk sehingga sebagian besar orang mengatakan negara itu kini berada dalam perang saudara.

Indonesia diharapkan dapat menggunakan pengaruhnya sebagai negara terbesar di blok itu, namun pada kenyataannya hanya sedikit kemajuan yang dicapai.

"Ada begitu banyak harapan ketika Indonesia memulai masa kepresidenannya dan sebagian dari harapan tersebut gagal,” kata Shafiah Muhibat, pakar Pusat Kajian Strategis dan Internasional di Jakarta seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu (27/1/2024).

Kini Laos, negara termiskin dan salah satu negara terkecil di blok itu, telah menjadi ketua bergilir ASEAN.

Ketika para menteri luar negeri berkumpul di Luang Prabang untuk pertemuan tingkat tinggi pertama tahun 2024 ini pada akhir pekan lalu, banyak yang pesimistis bahwa ASEAN dapat mengatasi tantangan-tantangan terbesarnya agar tidak memburuk dan berkembang.

“Jadi dengan pindahnya keketuaan ke Laos, saya kira ekspektasi terhadap apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh Laos itu cukup rendah," imbuh Shafiah Muhibat.