Liputan6.com, Tel Aviv - Baru sebulan dilancarkan, anggaran perang di Jalur Gaza sudah mulai menyulitkan pemerintah Israel. Alhasil, muncul wacana menutup enam kementerian demi menghemat dana untuk perang.
Salah satu kementerian yang terancam ditutup pemerintah Israel adalah Kementerian Kesetaraan Sosial.
Dilaporkan Middle East Monitor, Selasa (21/11/2023), ongkos perang di Jalur Gaza sudah mencapai USD 51 miliar atau Rp 788,6 triliun.
Hingga kini, belum jelas kapan perang di Jalur Gaza akan segera berakhir, meski Amerika Serikat menyebut sudah ada upaya diplomasi.
Enam kementerian pun menjadi "tumbal" dari perang Israel. Menurut The Jerusalem Post, enam kementerian yang terancam tutup adalah Kementerian Urusan Diaspora; Urusan Yerusalem; Warisan Budaya; Pemukiman dan Misi Nasional; Kooperasi Regional, dan Kesetaraan Sosial.
Kementerian Diaspora terancam tutup meski diaspora Israel di berbagai negara telah menyumbang miliaran dolar AS. Dan kementerian tersebut merupakan jalur yang vital antara Israel dan diasporanya.
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menjadi yang terdepan dalam reshuffle anggaran ini. Penasihat hukum pemerintah Israel, Gali Baharav-Miara, juga berkata anggaran yang tidak terkait perang bakal dibekukan.
Asumsi kurs USD 1: Rp 15.455
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya tidak bakal berhenti melakukan serangan di Jalur Gaza sampai meraih kemenangan.