Jakarta -
Harga mobil listrik MG4 EV turun Rp 260 jutaan usai dirakit lokal di pabrik Cikarang, Jawa Barat. Lantas, adakah fitur yang dipangkas untuk menekan banderol?
Sebelum dirakit lokal, MG4 EV merupakan produk impor utuh atau CBU (completely built up) dari Thailand. Ketika itu, harga jualnya masih Rp 699 juta untuk varian tertinggi. Saat ini, untuk varian yang sama, banderolnya hanya Rp 435 juta dengan status OTR Jakarta.
Arief Syarifudin selaku Marketing & PR Director MG Motor Indonesia menjelaskan alasan mengapa harga MG4 EV bisa turun sedemikian drastis. Selain karena sudah dirakit lokal, kata dia, potongan pajak juga menjadi salah satu penyebabnya.
"Itu karena kita sudah CKD saat ini dan beberapa cost factor bisa kita tekan dan tax ratio itu juga jadi salah satu penyebabnya. Dukungan pemerintah membuat kami bisa memberikan harga yang ciamik. Harga ini sesuai dan tanpa satupun fitur yang dikurangi," ujar Arief saat ditemui detikOto di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (10/1).
Mobil Listrik MG 4 EV Rakitan Lokal Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikcom
Arief menegaskan, MG4 EV sebentar lagi akan memenuhi syarat TKDN 40 persen. Sehingga, harga yang diumumkan merupakan hasil hitung-hitungan setelah mendapat insentif potongan pajak dari pemerintah.
"Sudah dihitung, jadi dengan harga yang sedemikian rupa, kita sudah formulasikan dengan hitung-hitungan (insentif). Ini angka sudah yang terbaik dan nggak akan berkurang lagi," ungkapnya.
Fitur MG4 EV Tak Dikurangi
Kabar baiknya, meski harganya turun Rp 260 jutaan, tak ada satupun fitur yang dipangkas dari kendaraan listrik tersebut. Mobil itu masih sama persis seperti produk yang sebelumnya didatangkan utuh dari Thailand.
"Yang pasti, dari apa yang sudah saya jelaskan barusan, secara kualitas mulai dari fitur dan teknologi sesuai standar global dan kami pastikan tidak ada yang dipangkas sama sekali," kata dia.