Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp34,37 triliun per November 2023. Nilai transaksi tersebut naik 15,42% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp29,77 triliun.
Secara terperinci, nilai transaksi kartu kredit tersebut terbagi menjadi dua komponen, yakni nilai transaksi tunai dan nilai transaksi belanja, yang masing-masing di dalamnya terdapat komponen domestik dan internasional.
Hal ini seakan membuktikan bahwa bisnis kartu kredit masih terus bertumbuh di tengah gempuran ragam produk keuangan inovatif seperti beli sekarang bayar nanti atau paylater.
Berdasarkan data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia (SPIP) yang dirilis Bank Indonesia Kamis (18/1/2024) nilai transaksi tunai kartu kredit didominasi oleh komponen nilai transaksi belanja yang mencapai Rp33,8 triliun. Sisanya, yakni Rp566 miliar merupakan nilai transaksi tunai pada November 2023.
Kenaikan tidak hanya tidak terjadi nilai transaksi, melainkan juga pada volume transaksi kartu kredit yang ikut tumbuh 12,48% secara tahunan.
Volume tersebut naik menjadi 33,98 juta transaksi, dari yang sebelumnya 30,21 juta transaksi. Jika dilihat berdasarkan wilayah di Indonesia, DKI Jakarta menjadi provinsi tertinggi baik secara volume dan nilai transaksi kartu kredit yang masing-masing mencapai 19,72 juta transaksi dan Rp19,53 triliun.
Kemudian dari sisi jumlah kartu kredit, BI mencatat peningkatan jumlah kartu kredit mencapai 17,87 juta unit pada November 2023 dari sebelumnya tercatat 17,05 juta unit kartu kredit pada posisi November tahun lalu. Seju...