Jakarta -
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong digitalisasi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) oleh pedagang di Pasar Gede, Solo. SEVP Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih mengatakan inisiatif ini tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan akses ke layanan perbankan syariah, tetapi juga menciptakan solusi inklusif untuk masyarakat secara lebih luas.
Saut pun berharap adanya transaksi pembayaran digital di Pasar Gede Solo mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat, khususnya di lingkungan Pasar Gede Solo. Dengan demikian, kesan inklusivitas BSI sebagai beyond syariah banking lebih terasa.
"Kami terus menjadikan platform digital sebagai pintu masuk transaksi di BSI, sehingga nasabah dapat dengan mudah mengakses BSI di manapun dan kapanpun dengan aman," kata Saut dalam keterangan tertulis, Selasa (16/1/2024).
Adapun per November 2023, BSI telah menyediakan layanan QRIS pada 259 ribu merchant dari berbagai sektor seperti makanan & minuman, fashion, dan barang kebutuhan sehari-hari di seluruh Indonesia. Khusus di kota Solo, terdapat 5.325 merchant QRIS.
Sedangkan untuk di Regional Semarang (Jawa Tengah dan Yogyakarta), BSI mencatatkan kinerja cukup impresif untuk transaksi QRIS dengan jumlah volume transaksi yang mencapai Rp 17,6 miliar per November 2023.
"Hal ini membuktikan bahwa BSI berhasil menciptakan gebrakan signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas layanan keuangan dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai, salah satunya di lingkungan pasar," jelas Saut.
Di Solo, per 30 November 2023, BSI menunjukkan kinerja positif dengan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 4,2 triliun, pencairan pembiayaan sebesar Rp 1,18 triliun dan saldo baki debet pembiayaan ritel sebesar Rp 2,5 t...