Loading

Bahaya Konflik di Laut Merah: Kerek Harga Minyak-Gangguan Pasokan

Article Adcode

Jakarta -

Konflik di Laut Merah semakin memanas antara kelompok Houthi dari Yaman dengan pasukan Amerika Serikat dan Inggris. Kedua kubu tersebut saling membalas serangan di tengah serangan yang dilakukan Israel ke Palestina.

Pengusaha minyak dunia pun mengungkapkan konflik yang bertubi-tubi itu berdampak pada meningkatnya harga minyak dan gangguan pasokan di Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh CEO Chevron Michael Wirth.

"Ini adalah situasi yang sangat serius dan tampaknya semakin buruk," kata Wirth, dikutip dari CNBC, Rabu (17/1/2024).

Wirth mengatakan dia terkejut minyak mentah AS diperdagangkan di bawah US$ 73 per barel. Gangguan pasokan disebabkan karena distribusi minyak ke sejumlah wilayah harus dihentikan akibat jalur pengiriman terganggu.

"Begitu banyak aliran minyak dunia melalui wilayah tersebut yang harus dihentikan, saya pikir Anda bisa melihat banyak hal berubah dengan sangat cepat," ujar Wirth.

Sejumlah perusahaan minyak dunia juga telah melakukan penghentian pengiriman ke Timur Tengah akibat konflik yang tengah memanas di Laut Merah. Perusahaan minyak itu di antaranya Shell dan BP.

Laut merah sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan dunia untuk pelayaran dari Asia ke Eropa atau sebaliknya. Jalur ini memotong jalur Terusan Suez. Sebesar 15% perdagangan dunia melalui Laut Merah.

Jadi, tidak heran jika jalur itu terganggu, dampaknya akan sangat besar pada perdagangan dunia. Sekitar 7 juta barel minyak mentah dan produk biasanya melalui Laut Merah setiap hari.

Konflik apa di Laut Merah?

Terdapat kelompok Houthi yang membela Palestina, di mana semua kapal yang berlayar menuju Israel akan diserang. Namun, serangan ini tidak pandang bulu dan tujuan hingga akhirnya menggangu perdagangan dunia.

Pemerintah Amerika d...